Tuesday, March 17, 2015

KH. Fahmi Basya: Borobudur sisa kemegahan kerajaan nabi Sulaiman




Mksr. Jika selama ini anda menganggap candi borobudur adalah peninggalan kerajaan Budha, maka anda akan terkejut jika telah selesai membaca buku karya Kh. Fahmi Bahsya yang berjudul Matematika Islam 3 (Republika, 2009). Didalamnya anda akan mendapati beragam fakta mengejutkan yang akan mendorong semuanya mengarah ke sisi yang berlainan dengan keterangan dibuku-buku pelajaran sejarah yang dlu sering kita baca dibangku sekolah. Dengan sangat detail sang pengarang buku sekaligus peneliti tersebut membeberkan semuanya, semua bukti beliau jelaskan dengan berdasarkan dan merujuk pada keterangan yang ada didalam Al-Quran. Beliau mengatakan bahwa diantara sekian banyak tanda-tanda yang mendukung bahwa borobudur adalah istana nabi sulaiman salah satunya adalah, relief2 yang terukir didinding candi sesungguhnya mengisahkan kehidupan nabi sulaiman dan ratu saba. semuanya identik dengan keterangan al-quran. pertama adalah tentang tabut, sebuah kotak atau peti yang berisikan warisan nabi Daud kepada nabi Sulaiman. Pada dinding candi terdapat relief yang menggambarkan sebuah kotak yang dijaga oleh seseorang. Hal ini sesuai dengan keterangan al-quran " dan nabi mereka mengatakan kepada mereka; sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya tabut kepadamu, didalamnya terdapat ketenangan dari tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga musa dan keluarga harun. Tabut itu dibawa oleh malaikat, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman. (QS albaqarah [2]:248).

Kedua adalah pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui bahwa nabi sulaiman telah meninggal (Qs saba [34]:14). Saat jin mengetahui bahwa nabi sulaiman telah wafat, pekerjaan yang sebelumnya diperintahkan oleh nabi sulaiman kepada jin berhenti dan tidak diselesaikan sampai tuntas. Di candi borobudur terdapat patung yang belum sempurna, patung ini disebut oleh Kh. Fahmi Bahsyar sebagai unfinished solomon.

ketiga, para jin pernah diperintahkan oleh nabi sulaiman untuk membangun gedung2 tinggi dan patung2, diketahui sebelumnya bahwa beliau mampu memerintahkan jin sesuai kemauannya atas karunia dan mukjizat dari tuhan. (Qs saba [34]:13). Dan memang disekitar borobudur banyak didapati bangunan bedar seperti candi prambanan dan patung 2.

Keempat, bahwa mukjizat nabi sulaiman lainnya adalah mampu berbicara dengan burung, dan hewan2 disekitarnya. (Qs an-naml [27]:20-22). Didinding candi borobudur didapati relief2 yang menggambarkan hal tersebut, terpahat dengan rapu seseorang yangvsedang duduk dikelilingi oleh burung dan hewan lain yang seolah-olah mereka sedang bercengkrama satu sama lain.

Kelima, kisah ratu saba yang menyembah matahari dan kebiasaan kaumnya yang bersujud pada sesama manusia.(Qs an-naml [27]:22). menurut beliau, saba artinya berkumpul, burung hud-hud tidak mengetahui jelas nama wilayah kerajaan itu saat melintas diatasnya, makanya ketika burung hud-hud melapor pada nabi sulaiman sang burung menyebut dengan istilah saba. Oleh Kh. Fahmi Basya tempat berkumpulnya orang2 itu adalah wilayah candi boko yang berjarak 37 km dri kerajaan nabi sulaiman/ borobudur. Kelak istana boko milik ratu saba inilah yang atad perintah nabi sulaiman kepada orang pilihannya menjadi puncak borobudur sekarang. Hingga sekatang sisa bekas istana boko yang diangkat secara gaib masih menyisakan bentuk bekas tekanan berat pada permukaan tanah yang menandakan bekas bangunan besar diatasnya. Lanjut oleh beliau jarak tempuh terbang burung normalnya 36-37 km pulang balik sesuai dengan jaraj istana ratu boko dengan borobudur.

bukti ke-enam, didalam al-quran dijelaskan bahwa wilayah saba ditumbuhi oleh banyak pihon yang subur (hutan). (Qs saba [34]:15). Ini sesuai dwngan letak geogravis pulau jawa yang subur, tidak seperti halnya wilayah arab yang cenderung panas dan tandus. Lanjut beliau, dalam kamus bahasa jawa kuno yg disusun oleh Dr. Maharsi wana berarti hutan. Wana saba atau wono sobo memiliki arti yang sebenarnya hutan saba.

ke-tujuh, dengan sedikit mencocokkan beliau mengaitkan nama sulaiman berkaitan erat dengan nama-nama orang jawa. Dari 25 nabi yang ada, hanya nabi sulaiman yang namanya berawalan "su". Bagi bangsa arab dahulu penggunaan awalan "su" untuk nama bukanlah hal yg populer dan tidal lazim umunya dipakai. Befa dengan tanah jawa  yg daribdulu sudah menggunakan awalan "su" dlm pemberian sebuah nama. Misalnya suharyi, soekarno, sudirman dll.

Dan masih banyak lgi bukti2 lain yang coba diungkap oleh Kh. Fahmi Bahsya sebagai hasil dari penelitiannya selam bertahun-tahun. Walau saat ini banyak yang mulai menanggapi miring hasil riset tersebut, namun dengan ditemukannya lempengan kecil emas yang bertuliskan lafadz allah disisa peninggalan istana ratu boko, yang konon berfungsi sebagai segel surat yang dikirim oleh nabi sulaiman kepada ratu boko/bilqies untuk mengikuti ajarannya yaitu menyembah allah, semakin mwnguatkan bahwa borobudur adalah bekas kemegahan istana kerajaan nabi sulaiman. Wajar jika sampai saat ini belum ada peneliti yang mampu mengungkap bagaimana orang dahulu kala mampu membuat bangunan semegah itu, dengan ukiran yang halus ditengah keterbatasan teknologi. Sebagaimana dari sekian bukti yang coba disuguhkan oleh Kh.  Fahmi Bahsya bahwa memang bangunan borobudur bukanlah hasil karya manusia, melainkan dikerjakan oleh jin atas perintah nabibsulaiman. Jika diperhatikan detail goresan lekukan rambut direlief candi, bukanlah batu yang diukir melainkan batu yang dipanasi kemudian dibentuk dengan tangan. Dan itu semua itu tentu tdk bisa dilakukan oleh manusia, ada campur tangan jin yang memang tercipta dari api yang memungkinkan melehkan batu besar kemudian menempanya sepertihalnya manusia ketika menempa tanah liat menjadi gerabah atau guci. Namun lagi2 diluar dari itu semua, hanya allah swt lah maha tahu, sekarangvsemuanya dikembalikan kepada pembaca berniat meyakininya atau tdk. Wallahu a'llam


# foto yang berkaitan penelitian Kh. Fahmi Bahsya, sebagi berikut;

( relief didinding borobudur yang perkirakan adalah burung hud-hud yang selalu setia memberikan kabar kepada nabi sulaiman )


( relief didinding borobudur dimana nabi sulaiman mengobrol dengan sehala jenis hewan dan binatang dengan mukjizat yang dimilikinya )


( motif ukiran di ratu boko/ istana ratu boko mirip dan identik dengan yang tetdapat di arupa fhatu/ bangunan puncak borobudur. Namun yg di arupa dhatu sedikt terkikis karena prosrs pemindahan dengan melebihi kecepatan cahay yg membuatnya berubah dari bantuk aslinya di ratu boko)


( kisah nabi yunus yang coba disampaikan oleh nabi sulaiman dengan mengukirnya didinding istananya/ borobudur sebagai bahan pelajaran kaum selanjutnya, didlm al-quran dikisahkan ketika nabi yunus dibuang dri perahu kemudian ditelan oleh ikan besar)


(Lukisan yg menggambarkan borobudur masa lampau)


(Borobudur menurut kajian kh. Fahmi Bahsya)


No comments:

Post a Comment