Monday, March 2, 2015

Sultan Hasanuddin " Ayam Jantan dari Timur "

Tersebutlah nama seorang yang berhati baja, keras kepala, serta kuat tekadnya untuk menjaga kedaulatan rakyat dan kerajaan yang dia naungi. untuk semua itu tak gentar ia melawan apa pun yang dianggap menghalangi cita-citanya, entah itu ancaman dari kerajaan lain, atau penjajah dari belahan benua lain. semua ia libas untuk menjaga agar bendera kerajaan Gowa tetap kokoh tegak berdiri, walau akhir dari perjuangannya harus kalah dan takluk ditangan penjajah, namun stidaknya beliau telah membuktikan bahwa semuanya tidak akan mudah untuk menaklukkan kerajaan Gowa. VOC pun sendiri mengatakan bahwa dari sekian banyak perang dalam menaklukan wilayah jajahannya, peperangan melawan kerajaan Gowa'lah yang paling berat dilalui. 
I Mallombassi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bontomangepe adalah gelar beliau. perawakannya sedang denga mata yang tajam. Merupakan raja Gowa ke-16. Beliau kembali mendapat gelar Sultan Hasanuddin Tu Menanga Ri Balla Pangkana setelah menjabat sebagai Sultan. namun dikemudian hari beliau lebih dikenal sebagai Sultan Hasanuddin oleh masyarakat awam. Oleh orang Belanda ia mendapat gelar " De Haantjes Van Het Oosten " atau " Ayam Jantan dari Timur " kerena keperkasaan beliau dalam melawan setiap gempuran serangan penjajah Belanda/ VOC yang memang sejak dahulu ingin menguasai wilayah kerajaan Gowa. Beliau lahir di Makassar, anak dari Sultan Malikussaid raja Gowa yang ke-15. Pada masa kepemimpinannya, kerjaan Gowa berubah menjadi kerjaan besar yang mampu menguasai  wilayah timur indonesia, khususnya untuk jalur perdagangan. karena wilayahnya yang memang strategis dan dianggap mampu menopang organisasi besar sekelas VOC, maka Belanda berniat menaklukkannya dan menjadikan Gowa wilayah jajahannya. Tepatnya pada tahun 1666 armada perang yang dipimpin langsung oleh Laksamana Cornelis Speelman mendarat di tanah Makassar. karena dianggap hanya akan merugikan kerajaan Gowa, maka setelah para pembesar- pembesar kerajaan Gowa berembuk di Istana, sepakatlah mereka satu suara untuk melawan pihak kompeni/ VOC. disusunlah segala taktik strategi perang untuk melawan gempuran pihak lawan, segala macam alat perang diperadakan. semua prajurit istana dikumpulkan, tidak terkecuali pasukan elit yang pada masa itu dikenala sebagai To Barani yang lihai dalam perang, serta berani dalam berhadapan langsung dengan semua yang dianggap lawan. Walau hampir semua kerajaan- kerajaan kecil wilayah Sulawesi Selatan mampu ditaklukkan oleh VOC, namun untuk kerajaan Gowa sendiri merupakan pekerjaan berat bagi pihak Kompeni. Pasukan kerajaan Gowa dirasa sangat kuat, mereka seperti kesetanan dalam kancah peperangan, berbekal " Siri na Pacce " para pasukan ini siap merelakan nyawa mereka demi membela apa yang dianggap benar. Badik- Badik para pasukan kerajaan Gowa memerah karena darah lawan, bau anyir darah pasukan kompeni membaur bersama debu dan teriakan gegap gempita pasukan penjaga kerajaan Gowa yang di Pimpin oleh Sultan Hasanuddin, sedang dipihak lawan nyali para tentara sewaan VOC semakin menjadi-jadi. Mereka kalang kabut oleh badik dan ujung tombak To Barani yang membabi-buta kemana-mana. melihat hal ini, Cornelis Speelman mulai meminta bantuan langsung ke Batavia untuk penambahan bantuan bala tentara. Setelah lama berperang, dan menguras banyak tenaga, pasukan penjaga istana kerajaan Gowa mulai keletihan, tidak sedikit juga para pasukan ini yang tewas dalam menunaikan tugasnya. Dilain sisi tersiar kabar bahwa VOC berhasil membujuk Arung Palakka untuk bergabung dengan mereka untuk melawan Gowa. Dengan bantuan pasukan dari Bone, serta bala tentara To Angke yag dipimpin oleh Arung Palakka ditambah lagi penyegaran prajurit baru VOC yang dikirim oleh Batavia mulai dirasa berat oleh pasukan kerajaan Gowa serta Sultan Hasanuddin. Karena semakin terdesak, dan kalah jumlah pasukan, serta kelelahan akibat perang yang sangat lama, tepatnya tahun 12 Juni 1669 benteng terkuat di tanah Makassar yaitu benteng Sombaopu jebol juga. Perjuangan seorang tokoh yang sangat dicintai oleh Rakyatnya dan disegani oleh kawan maupun lawan itu berakhir, Sultan Hasanuddin menyerah ditangan VOC. namun dibalik kekalahan itu, pembuktian akan niat serta cita-cita beliau untuk mempertahankan kadaulatan kerajaan Gowa telah Ia lakukan dengan segenap tenaga walauakhirnya harus kalah. Setelah perangpun, VOC atau Belanda mengatakan salut dengan kehebatan Sultan Hasanuddin, dibawah tangan dinginnya Kerajaan Gowa menjadi kerajaan terkuat yang pernah dihadapi oleh VOC. Bahkan disebutkan pula jika perang terbesar dan yang paling susah dilewati adalah Perang Makassar itu sendiri. Oleh karena itu tak segan- segan pemerintah Belanda memberikan gelar kepadanya sebagai " Ayam Jantan dari Timur ". Dan karena jasanya terhadap negara ini beliaupun diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan surat keputusan presiden (SKP) No.087/TK/1973, pada 6 november tahun 1973. Beliau mangkat di Katangka, Kabupaten Gowa.  

No comments:

Post a Comment